Harmonisasi Akuntansi Internasional

Harmonisasi Akuntansi Internasional

Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas (kesesuaian)beragam. praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Harmonisasi akuntansi mencakup:

  1. Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan)
  2. Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek.
  3. Standar audit Survei Harmonisasi Internasional.

Keuntungan Harmonisasi Internasional

Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak diseluruh dunia tanpa adanya hambatan. Dengan standar pelaporan keuangan yang berkualitas tinggi yang digunakan  diseluruh dunia secara konsisten akan memperbaiki efisiensi alokasi modal. Dengan demikian investor dapat membuat keputusan yang lebih baik, portofolio akan lebih beragam dan resiko keuangan akan berkurang.

Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam merger dan akuisisi. Gagasan terbaik akan muncul dari aktivitas pembuatan standar yang nantinya dapat disebarluaskan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tertinggi.

Penerapan Standar Internasional

Standar akuntansi internasioanal digunakan sebagai hasil dari:

  1. Perjanjian internasional atau politis
  2. Keputusan secara sukarela (yang didorong secara profesional)
  3. Keputusan oleh badan pembuat standar akuntansi internasioanl

Organisasi Internasional Utama yang Mendorong Harmonisasi Akuntansi

Berikut enam organisasi yang telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional:

  1. Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB).
  2. Komisi Uni Eropa (EU)
  3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
  4. Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
  5. Kelompok Kerja Ahli Antar Pemerintah Perserikatan Bangsa-bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (Internasional Standars of Accounting and Reporting- ISAR), bagian dan konferensi PBB dalam Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development – UNCTAD)
  6. Kelompok Kerja dalam Standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi_Kelompok Kerja OEDC).

Konfergensi IFRS

Saat ini dunia akuntansi masih disibukkan dengan adanya standar akuntansi yang baru yaitu Standar Akuntansi Keuangan Internasional IFRS. Dengan tujuan penerapan IFRS yaitu memastikan bahwa  laporan keuangan internal perusahaan mengandung informasi berkualitas tinggi. Dan transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan. Serta dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

Perlunya Harmonisasi Standar Akuntansi Indonesia

Indonesia sudah menerapkan standar akuntansi internasional namun sifatnya baru harmonisasi dan selanjutnya akan dilakukan full adoption atas standar akuntansi internasional tersebut. Dikarenakan diperlukannya pemahaman dan biaya asosiasi yang mahal pula. Dan untuk adopsi standar akuntansi internasional baru dilakukan oleh perusahaan publik yang merupakan perusahaan yang melakukan transaksi bukan hanya nasional saja tetapi juga secara internasional. Sebagai contoh adalah PSAK No 24, itu mengadopsi sepenuhnya IAS nomor19. Standar berhubungan dengan imbalan kerja atau emplyee benefit.

Tantangan Konfergensi

Saat ini perusahaan Indonesia masih menerapkan standar laporan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Dan untuk menghadapi pengalihan IFRS, terdapat beberapa tantangan mendasar yangperlu dicermati. Selain itu, konversi standar akuntansi Indonesia terhadap IFRS akan berdampak juga pada beberapa praktek akuntansi yang fundamental. Seperti konsep nilai wajar, pengungkapan keuangan aspek penyajian kembali laporan keuanagan, penetuan mata uang keuangan, dan lainnya yang harus diketahui oleh semua organisasi maupun lembaga yang berperan dalam proses adopsi IFRS.

Indonesia saat ini belum mewajibkan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan IFRS melainkan masih mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan lokal. Dewan Pengurus Nasional  IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan Dewan SAK serta peran regulator yang terakit sepakat akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati konvergensi penuh kepada IFRS pada tahun 2012.

PERBEDAAN ANTARA HARMONISASI DAN STANDARISASI

Konsep yang ternyata lebih populer dibandingkan standardisasi untuk menjembatani berbagai macam standar akuntansi di berbagai negara adalah konsep harmonisasi. Harmonisasi standar akuntansi diartikan sebagai meminimumkan adanya perbedaan standar akuntansi di berbagai negara (Iqbal 1997:35). Harmonisasi juga bisa diartikan sebagai sekelompok negara yang menyepakati suatu standar akuntansi yang mirip, namun mengharuskan adanya pelaksanaan yang tidak mengikuti standar harus diungkapkan dan direkonsiliasi dengan standar yang disepakati bersama.

FASB memandang bahwa suatu standar akuntansi internasional harus (a) memiliki kualitas tinggi dengan menyediakan informasi yang berguna bagi investor, kreditur, dan pembuat keputusan lainnya dalam mengambil keputusan serupa mengenai alokasi sumber daya dalam perekonomian, dan (b) membuat berbagai standar akuntansi di berbagai negara menjadi convergent atau semirip mungkin. Di satu sisi FASB menginginkan adanya standardisasi standar akuntansi namun tidak mengingkari bahwa proses menuju standardisasi tersebut harus melalui proses harmonisasi yang lebih terarah menuju standardisasi.

Standar akuntansi yang memiliki kualitas tinggi (high-quality) adalah suatu standar akuntansi yang tidak bias, dan menghasilkan suatu informasi yang relevan dan dapat dipercaya yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh para investor, kreditur dan pihak-pihak yang mengambil keputusan serupa. Standar tersebut harus:

  1. Konsisten dengan kerangka konseptual yang mendasarinya
  2. Menghindari atau meminimumkan adanya prosedur akuntansi alternatif, baik implisit maupun eksplisit dengan mengingat faktor comparability dan consistency.
  3. Jelas dan komprehensif, sehingga standar tersebut dapat dimengerti oleh pembuat laporan keuangan, auditor yang memeriksa laporan keuangan berdasarkan standar tersebut, oleh pihak-pihak yang berwenang mengharuskan pemakaian standar tersebut serta para pengguna informasi yang dihasilkan berdasarkan standar tersebut.

FASB menganggap bahwa bagaimanapun caranya suatu organisasi penentu standar akuntansi internasional dibentuk, struktur organisasi tersebut harus bisa memungkinkan kedelapan fungsi di atas berjalan baik. Struktur organisasi juga harus memasukkan kelima karakteristik di atas agar bisa mengembangkan standar akuntansi internasional yang berkualitas tinggi. Berdasarkan pemikiran ini, alternatif yang dapat dipakai di masa depan adalah (a) IASC bisa tetap eksis dengan pembenahan struktur seperti yang disarankan FASB, atau (b) dibentuk suatu organisasi baru dengan struktur baru seperti yang disarankan FASB, yang tetap meneruskan hal-hal yang sudah dilakukan oleh IASC, atau (c) memodifikasi FASB agar bisa lebih diterima secara luas di seluruh dunia. Alternatif ketiga ini didasari oleh keyakinan bahwa FASB memiliki peran sebagai a global leader in accounting standard setting.

 

Sumber:

  • gunadarma.ac.id/2012/04/akuntansi-internasional-bab-8-resume-harmonisasi-akuntansi-internasional/
  • Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 1, No.2, Nopember 1999: 144 – 161. Akuntansi Internasional: Harmonisasi Versus Standardisasi (Arja Sadhiarta)

 

                                                                        UTRIN SAFITRI/ 27212535 / 4EB17 / UG

Akuntansi Komparatif Asia (Cina)

asia

Akuntansi Komparatif Asia (Cina)

Kita tau bahwa ekonomi negara Cina menempati urutan ke-6 terbesar di dunia.  Dan ciri utama reformasi Cina adalah pendekatan bertahap pada liberalisasi ekonomi.  Negara Cina memiliki ¼ populasi dunia, dan reformasi pasarnya membantu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat.

Sejak 1970 Cina telah mengubah kebijakan perekonomian, dari perekonomian terpusat ke perekonomian pasar. Peraturan akuntansi baru Cina telah dikembangkan untuk meningkatkan perdagangan dan limited liability bebas. Sejarah negara Cina telah menggunakan akuntansi terkuak pada abad 2200 SM pada masa dinasti Hsiu untuk mengukur kekayaan dan membandingkan pencapaian di antara pejabat kerajaan dan pangeran dinasti Xia (2000-1500 SM).

Karakteristik dasar akuntansi cina dimulai sejak pembentukan RRC pada tahun 1949 menerapkan sistem ekonomi terpusat, memperlihatkan prinsip dan pola marxis meniru sistem kesatuan soviet. Pelaporan keuangan terjadwal dan lengkap, fitur utamanya adalah orientasi pengaturan dana dimana dana berarti properti, barang dan material yang digunakan dalam produksi. Pelaporan keuangan ditekankan adanya neraca, yang memfleksikan sumber daya dan kebijakan pemerintah.

Perekonomian Cina saat ini dapat digambarkan sebagai ekonomi hybrid atau percampuran, dimana negara  yang mengontrol komoditas dan industri strategis. Sementara itu industri lainnya seperti perdagangan dan sektor swasta ditumbuhkan dengan sistem yang berorientasi pasar.

Peraturan dan pembinaan akuntansi

Pada tahun 2000 Undang-undang akuntansi telah dirubah, dan mencakup semua perusahaan dan organisasi termasuk semua yang tidak dipegang atau diatur oleh negara. Dewan Negara telah mengeluarkan Aturan Pelaporan dan Akuntansi Keuangan bagi Perusahaan (Financial Accounting and Reporting Rules for Enterprises-FARR). Semua peraturan fokus pada pembukuan, persiapan laporan keuangan, praktik pelaporan dan akuntansi keuangan lainnya dan berbagai hal tentang pelaporan.

Peraturan dan pembinaan akuntansi di Cina:

  1. Cina mulai mengembangkan perekonomian pasar, dan sejak 1 Juli 1993 diterbitkan ABSE ( Accounting Standards for Business Enterprises). sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menuntut perkembangan standar baru akuntansi yang pada akhirnya menyeragamkan praktik domestik dan akuntansi cina dengan praktik internasional.
  2. Pada tahun 2006 semua perusahaan di Cina wajib menggunakan ABSE sebagai standar pelaporannya.
  3. Sedangkan untuk auditornya, Cina membentuk CICPA yang mengatur syarat menjadi CPA.

Komite standar akuntansi Cina CASC telah didirikan pada tahun 1998 sebagai lembaga berwenang didalam departemen keuangan yang berwenangdidalam departemen keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi. Semua standar ini untuk  memusatkan standar akuntansi Cina dengan Internasional Financial Reporting Standards (IFRS).

Sampai tahun 1995 cina memiliki 2 organisasi akuntansi profesional. CICPA didirikan tahun 1988 mengatur sektor perusahaan swasta. CACPA bertanggungjawab atas audit perusahaan-perusahaan pemerintah dan dibawah otorisasi agen yang terpisah, badan administrasi audit negara. Pada tahun 1995 CICPA dan CACPA bergabung, dengan mengusung nama CICPA, mengembangkan standar pengauditan dan bertanggungjawab atas kode etik profesional.

Pelaporan Keuangan

Periode akuntansi diwajibkan untuk sama dengan tahun kalender. Laporan keuangan terdiri dari:

  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Laporan arus kas
  4. Catatan atau laporan keuangan
  5. Penjelasan kondisi keuangan

Laporan keuangan harus digabungkan, bersifat perbandingan, di Cina dan diungkapkan dengan mata uang Cina, Renminbi. Laporan keuangan tahunan harus diaudit oleh CPA Cina.

Patokan Akuntansi

Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian. Laporan keuangan untuk cabang perusahaan di luar negeri untuk laporan laba rugi dikonversikan pada nilai tukar rata-rata tahunan, dan konversi yang berbeda juga ditunjukkan kepada ekuitas. Dan perbedaan konversi juga terjadi pada laba.

Utrin Safitri/ UG/ 27212535/4EB17

Sumber:

Choi, Frederick D.S., dan Meek, Gary K., 2010, International Accounting Buku-1, Penerbit Salemba Empat.

 

Kasus Pertamina Energy Trading Limited (Petral)

Jakarta -PT Pertamina (Persero) memilih auditor asal Australia, Kordamenta, dalam audit Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral). Banyak pihak bertanya mengapa perusahaan migas pelat merah itu tidak memakai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sekretaris Perusahaan Pertamina Wisnuntoro mengungkapkan, proses audit yang dilakukan auditor asing tersebut berbeda dengan audit dari BPK. Pemilihan auditor dilakukan dengan seleksi yang ketat.

“Auditor yang kita tunjuk sudah sesuai dengan saat tender. Ada 6 peserta yang ikut, dan akhirnya kita pilih Kordamenta, dan (audit) yang dilakukan BPK dengan Kordamenta itu berbeda,” ungkap Wisnuntoro dalam diskusi Energi Kita di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (15/11/2015).

Ia menuturkan, BPK hanya melakukan audit pada laporan keuangan, operasi, dan transaksi. Sementara, auditor yang disewa Pertamina diharuskan melakukan audit forensik, atau audit menyeluruh untuk menemukan kejanggalan dalam proses pengadaan minyak.

“Audit forensik itu beda, yang dilakukan BPK itu operasional, keuangan, dan transaksional. Memang dari BPK ada temuan kecil, tapi dengan audit forensik untuk gali hal-hal yang di luar sistem, seperti komunikasi atau email antara karyawan dan vendor selama tender. Jadi secara hasil pun beda,” tegas Wisnuntoro.

Wisnuntoro melanjutkan, tidak dilibatkannya BPK dalam audit Petral juga sesuai dengan arahan dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dibentuk pemerintah.

“Ini juga wujud intervensi pemerintah. Saat direksi Pertamina baru terbentuk, ada niat melakukan perubahan pada pengadaan minyak perusahaan. Dan penunjukan auditor forensik itu rekomendasi dari tim, bahkan tim mensyaratkan hanya 1 tahun masa yang diaudit, kita minta tambah 3 tahun dari tahun 2012,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha mengungkapkan, dirinya mendukung penuh langkah Pertamina menggunakan auditor independen untuk menyelidiki kejanggalan dalam proses tender BBM di Petral. Pasalnya, audit proses tender BBM sebelumnya dari BPK malah dinyatakan wajar.

“Yang sekarang disajikan ke publik itu ada 2 hasil audit, forensik dan audit BPK. Itu jelas sekali dalam laporannya BPK tidak ada masalah. Sementara adanya audit forensik menyatakan ada kesalahan beberapa hal, ini kan aneh,” kata Satya.

Dengan hasil audit BPK yang menyatakan tidak ada masalah, menurut Satya, hal ini justru menimbulkan keanehan karena hasil audit yang berbeda.

“Jangan audit hanya untuk motif politik. Jangan sampai ada kesan bahwa Kordamenta independen, tapi yang bayar Pertamina jadi beda. Hasil audit BPK tidak sedetail audit forensik,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Muhammad Idris – detikfinance

Minggu, 15/11/2015 16:25 WIB

 

Hasil review kasus Petral (Pertamina Energy Trading Limited)

  1. Nama KAP : Kordamenta
  2. Jenis audit yang dilakukan : jenis audit yang dilakukan oleh Kordamenta adalah audit forensik atau audit menyeluruh didefinisikan sebagai tindakan menganalisa dan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan kriteria, untuk menghasilkan informasi atau bukti kuantitatif yang dapat digunakan di muka pengadilan.
  3. Prosedur audit yang dilakukan oleh auditor independen Kordamenta adalah untuk menemukan kejanggalan dalam proses pengadaan minyak. Audit forensik untuk gali hal-hal yang di luar sistem, seperti komunikasi atau email antara karyawan dan vendor selama tender. Dengan mengumpulkan bukti-bukti audit seperti menemukan email atau obrolan via sosial media yang ditengarai membocorkan informasi terkait patokan harga dan volume bahan bakar minyak, yang nantinya akan diteliti lebih lanjut dalam mengambil langkah untuk perbaikan kebijakan yang akan dilakukan.

Berikut Gambaran Proses Audit Forensik

  1. Identifikasi masalah

Dalam tahap ini, auditor melakukan pemahaman awal terhadap kasus yang hendak diungkap. Pemahaman awal ini berguna untuk mempertajam analisa dan spesifikasi ruang lingkup sehingga audit bisa dilakukan secara tepat sasaran.

  1. Pembicaraan dengan klien

Dalam tahap ini, auditor akan melakukan pembahasan bersama klien terkait lingkup, kriteria, metodologi audit, limitasi, jangka waktu, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk membangun kesepahaman antara auditor dan klien terhadap penugasan audit.

  1. Pemeriksaan pendahuluan

Dalam tahap ini, auditor melakukan pengumpulan data awal dan menganalisanya. Hasil pemeriksaan pendahulusan bisa dituangkan menggunakan matriks 5W + 2H (who, what, where, when, why, how, and how much). Investigasi dilakukan apabila sudah terpenuhi minimal 4W + 1H (who, what, where, when, and how much). Intinya, dalam proses ini auditor akan menentukan apakah investigasi lebih lanjut diperlukan atau tidak.

  1. Pengembangan rencana pemeriksaan

Dalam tahap ini, auditor akan menyusun dokumentasi kasus yang dihadapi, tujuan audit, prosedur pelaksanaan audit, serta tugas setiap individu dalam tim. Setelah diadministrasikan, maka akan dihasilkan konsep temuan. Konsep temuan ini kemudian akan dikomunikasikan bersama tim audit serta klien.

  1. Pemeriksaan lanjutan

Dalam tahap ini, auditor akan melakukan pengumpulan bukti serta melakukan analisa atasnya. Dalam tahap ini lah audit sebenarnya dijalankan. Auditor akan menjalankan teknik-teknik auditnya guna mengidentifikasi secara meyakinkan adanya fraud dan pelaku fraud tersebut.

  1. Penyusunan Laporan

Pada tahap akhir ini, auditor melakukan penyusunan laporan hasil audit forensik. Dalam laporan ini setidaknya ada 3 poin yang harus diungkapkan. Poin-poin tersebut antara lain adalah:

  1. Kondisi, yaitu kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.
  2. Kriteria, yaitu standar yang menjadi patokan dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, jika kondisi tidak sesuai dengan kriteria maka hal tersebut disebut sebagai temuan.
  3. Simpulan, yaitu berisi kesimpulan atas audit yang telah dilakukan. Biasanya mencakup sebab fraud, kondisi fraud, serta penjelasan detail mengenai fraud tersebut. 
  1. Kesimpulan:

Proses audit yang dilakukan auditor asing tersebut berbeda dengan audit dari BPK, BPK hanya melakukan audit pada laporan keuangan, operasi, dan transaksi. Sementara, auditor yang disewa Pertamina diharuskan melakukan audit forensik, atau audit menyeluruh untuk menemukan kejanggalan dalam proses pengadaan minyak. Dari 2 hasil audit (forensik dan audit BPK) ditemukan perbedaan yaitu dalam laporannya BPK tidak ada masalah. Sementara adanya audit forensik menyatakan ada kesalahan. Audit forensik terhadap Petral meliputi keuangan periode 2012-2015.

Dan Kordamentha tidak menemukan bukti atau informasi adanya korupsi maupun suap yang diterima oleh para karyawan petral. Hasil tersebut berdasarkan peninjauan (review) dokumentasi, data elektronik,wawancara, dan lain-lain. Pencarian bukti adanya korupsi juga sulit dilakukan karena auditor tidak berwenang membuka data-data rekening dan aset para karyawan Petral. Sebaliknya hasil audit petral selama periode Januari 2012 hingga Mei 2015 itu hanya menemukan adanya penyimpangan dalam proses operasional perusahaan.

Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan Indonesia

Dalam kasus Petral ini terdapat beberapa prinsip, di antaranya :

  • Tanggung jawab Profesi

Lembaga audit independen (Kordamentha) sudah bertanggung jawab terhadap profesi kode etik akuntan karena sudah menyiapkan bukti- bukti dan mengaudit para pegawai nakal hingga menemukan kecurangan- kecurangan yang merugikan Negara.

  • Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Dalam kasus ini, lembaga audit independen (Kordamentha) telah membuktikan pegawai yang ber­masalah tidak diberikan izin untuk mendapatkan wewenang lagi dalam menjalankan tugas di bagian Impor BBM. Hal ini menunjukan integritasnya dan agar segera di realisasi sehingga meningkatkan kepercayaan publik (masyarakat).

  • Obyektivitas

Lembaga audit independen, Kordamentha merupakan auditor eksternal yang bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

Dari pernyataan di atas, lembaga audit independen, Kordamentha, sudah melakukan audit sesuai dengan kode etik No. 100 dengan baik tentang independensi dan integritas pada profesi yang ia kerjakan. Kordamentha menemukan ada pegawai Pertamina yang tidak kooperatif dalam mendukung proses audit forensik kegiatan bisnis Petral selama periode 1 Januari 2015-31 Mei 2015.

  1. Temuan Audit

Beberapa temuan auditor tersebut antara lain:

  1. Ketidakefisienan rantai suplai, berupa mahalnya harga crudedan produk yang dipengaruhi kebijakan Petral dalam proses pengadaan, pengaturan tender mogas, kelemahan pengendalian HPS, kebocoran informasi tender, dan pengaruh pihak eksternal.
  2. Adanya perubahan kebijakan signifikan pada 26 Juli 2012, di mana ada arahan dari Menteri BUMN yang sebelumnya, saat itu ada arahan langsung lakukan trading pengadaan kepada NOC yang menimbulkan potensi inefisiensi dari sisi nilai dan volume.

 

                                                                                  (Utrin Safitri , SS-UG , 4EB17)

Sumber :

http://nasional.sindonews.com/read/1062348/13/kpk-kaji-hasil-audit-kasus-petral-1447762243 (diakses tanggal 28 Desember 2015 pukul 03.44 WIB)

http://ekbis.sindonews.com/read/1060091/34/audit-forensik-temukan-kebocoran-rahasia-kasus-petral-1447059672 (diakses tanggal 28 Desember 2015 pukul 03.55 WIB)

http://ekbis.sindonews.com/read/1060021/34/audit-forensik-kelar-tugas-pertamina-di-petral-selesai-1447044509 (Diakses tanggal 28 Desember 2015 pukul 04.01 WIB)

http://finance.detik.com/read/2015/11/15/162533/3071566/1034/ini-alasan-pertamina-pakai-auditor-asing-dalam-audit-petral (Diakses tanggal 29 Desember 2015 pukul 03.48 WIB)

http://news.liputan6.com/read/2368299/sudah-terima-hasil-audit-petral-kpk-siap-usut-dugaan-korupsi (Diakses tanggal 29 Desember 2015 pukul 04.58)

 

 

 

 

Happy Ice Cake mengeluarkan menu baru “Banana Brownies Ice Cream”

ccc

IMG-20150422-WA0010                  IMG-20150422-WA0008
You are not satisfied with the usual ice cream you feel?
Create your ice cream lovers, just try! Banana Brownies Ice Cream
Ice cream with bananas and a touch of mint brownies and vanilla and chocolate flavors and a sprinkling of cheese on top. With pieces made thereon strowberry unique sour taste mixed with pieces of gelatin and oreo that will shake your tongue. Quite simply by eating Banana Brownies Ice Cream, then Choclate, Vanilla and Milk will attack your tongue.
Hmmmm Yummyyyyyy !!!
Crowded salty sour sweet taste, lo definitely drool
Banana Brownies Ice Cream only for enthusiast delights
Let’s in order not to run out……

Address : Bojong Rangkong, Pulogebang Cakung East Jakarta

Phone: ( 021) 8845669

FOLLOW ME

utrin.safitri1@yahoo.co.id

happyicecake@yahoo.com

download

Happy Ice Cake

images

Happy Ice Cake

instagram

HappyIceCake

HIDDEN PARADISE BEACH REPLACE HINTERLAND DISTRICT KEBUMEN

HIDDEN PARADISE BEACH REPLACE HINTERLAND DISTRICT KEBUMEN

Introduce me Utrin Safitri here I will try to write a new tourist spot I visited a year ago that the Eid 2014. This beach is different from the other beaches I have ever visited before. This beach has a view that is so amazing and exotic hidden, and many people who do not know because it is located in the coastal hinterland that is South Beach. That comes to your mind is where the beach? And why until called heaven, and where the location of the beach? Well let’s we look ….menganti

Beach this one is so exotic, not inferior to other beaches in Indonesia. One of the beaches, which have long known by people around Kebumen for its beauty, but largely unknown outside the region, and recently the Government Kebumen in 2011 formally make the beach as a tourist open and attractive tourist destination.
There are several attractions that are well known Kebumen beaches, such as Logending Beach, Karangbolong, Petanahan and suwuk. However, the beaches have black sand. Unlike the Kebumen Menganti Beach has white sand lure. If to describe how beautiful the beach Menganti Kebumen not enough only in the form of writing, we should go and see the beauty of its own.

peta menganti

The beach is located in the village Menganti Karangduwur, sub father, Kebumen. Located approximately 40 kilometers from the district Deal. Menganti beach can be reached by motor vehicle. But it is better to use a motorcycle, do not use a car or bus. Because the terrain is so steep, winding and very difficult to pass. Need struggle deh anyway to get over there. But will pay off when it reached the coast. And we will immediately shout WOW … geez really good. With white sand with blue water and surrounded by green hills and cliffs towering nature that would make us so amazed how beautiful Menganti Beach.

If you want to see more sights cool again we can go up to the hill which is at the eastern side, because there are 20 meters tall lighthouse tower. Myth Menganti Beach Kebumen change their name taken from the Java language, which means waiting. And from the beginning, long time ago there was a warlord of the Majapahit kingdom who had fled to the southern coast of Java because of relationship with her lover who is not in Bless the King. And they agreed to meet at the edge of the ocean and beautiful white sand. Throughout the day, the commander continues to await the idol of the heart until the end of the idol of the heart was not forthcoming at the top of a limestone hill. And the commander was kept waiting and waiting until long. And based on the story is the origin of the name Menganti Beach.

Previous location only be a fishing boat landing. And only known by the people around Kebumen, I hope that the local government especially the local government to be more serious Kebumen maintain and preserve this Menganti Beach. As spelled out on the beach which is required to visit while in kebumen. Too unfortunately not if the exquisite natural beauty is not much dinimati by tourists. With admission only two thousand five hundred dollars for one person.
karcis pantai
C360_2014-07-27-08-02-18-635
C360_2014-07-27-07-44-54-558

A few of my posts about the beauty Menganti Beach. Do not miss if you are passing through the area Kebumen Central Java, hopefully you are interested to visit and going to regret it if not visit,,, Thank you.
C360_2014-08-04-16-22-15-339

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2 “KEGUNAAN PAJAK UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA”

 

KEGUNAAN PAJAK  UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA

 

 Logo_Gunadarma     Disusun oleh :

Nama : Utrin Safitri

NPM : 27212535

Kelas : 3EB17

UNIVERSITAS GUNADARMA

PTA 2014/2015

 

BAB I

PENDAHULUAN

 1.1 Latar Belakang

Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban setiap masyarakat. Oleh karena itu negara menempatkan perpajakan sebagai perwujudan salah satu kewajiban kenegaraan dalam rangka kegotong royongan nasional sebagai peran serta aktif masyarakat dalam membiayai pembangunan.

Definisi pajak yang dikemukakan oleh S.I. Djajadiningrat : Pajak sebagai suatu kewajiban menyerahkan sebagian dari kekayaan ke kas negara yang disebabkan suatu keadaan, kejadian, dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu, tetapi bukan sebagai hukuman, menurut peraturan yang ditetapkan pemerintah serta dapat dipaksakan, tetapi tidak ada jasa timbal balik dari negara secara langsung untuk memelihara kesejteraan secara umum.

Pengadaan dana merupakan masalah yang penting bagi tercapainya tujuan pembangunan nasional. Sumber pembiayaan pembangunan berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Namun demikian sumber dari dalam negeri lebih diutamakan dari pada luar negeri.

Dalam peningkatan dana dalam negeri, Pajak merupakan alternatif yang sangat potensial. Masalah Perpajakan bukan hanya masalah pemerintah saja dan pihak-pihak yang terkait didalamnya akan tetapi masyarakat juga sangat mempunyai kepentingan yang sama untuk mengetahui masalah Perpajakan di Indonesia.

1.2 Tujuan

  1. Menjelaskan efek yang ditimbulkan oleh pajak terhadap perekonomian.
  2. Untuk mengetahui kegunaan pajak bagi ekonomi negara.
  3. Dapat memberikan solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pajak.
  4. Mengetahui pengaruh pajak terhadap perekonomian.

1.3 Manfaat Penelitian

 Dengan penelitian yang dilakukan ini diharapkan mampu memberikan manfaat antara lain:

  1. Sebagai bahan masukan untuk pemerintah daerah dalam membuat rancangan kebijakan yang berkaitan dengan perpajakan.
  2. Sebagai masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber referensi bagi pembaca maupun peneliti yang berminat dengan masalah ini.
  3. Untuk menambah wawasan bagi penulis.

 

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 ” Laporan Keuangan “

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2

LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk

 

 Logo_Gunadarma

 Disusun oleh :

UTRIN SAFITRI

27212535

3EB17

 

 UNIVERSITAS GUNADARMA

PTA 2013/2014

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Alloh SWT penulis panjatkan, karena berkat Rahmat serta bimbingang-Nya penulis berrhasil menyelesaikan makalah tentang “Analisis Laporan Keuangan”. Adapun makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia 2. Makalah ini berisikan tentang analisis laporan keuangan perusahaan PT GUDANG GARAM Tbk.

Semoga makalah “ Analisi Laporan Keuangan ( PT GUDANG GARAM Tbk) periode tahun 2007-2008 ini bermanfaat bagi masyarakat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahun bagi kita semua.

                                                                                    Jakarta, 26 Desember 2014

                                                                                                Utrin Safitri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  • LATAR BELAKANG

 

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang memberikan gambaran tentang keadaan posisi keuangan, hasil usaha, serta perubahan dalam posisi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan juga merupakan kesimpulan dari pencatatan transaksi yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Laporan keuangan adalah media yang paling penting untuk menilai kondisi ekonomi dan prestasi manajemen. Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan  (SAK) yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK memberikan fleksibilitas bagi manajemen dalam memilih metode maupun estimasi akuntansi yang dapat digunakan. Wardhani (2008) menyatakan fleksibilitas tersebut akan mempengaruhi perilaku manajer dalam melakukan pencatatan akuntansi dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan.

Dalam rangka membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami dan menginterpretasikan laporan keuangan maka perlu dibuat analisis laporan keuangan. Analisis laporan keuangan dimaksudkan untuk membantu bagaimana memahami laporan keuangan, bagaimana menafsirkan angka-angka dalam laporan keuangan, bagaimana mengevaluasi laporan keuangan dan bagaimana menggunakan informasi keuangan untuk pengambilan keputusan. Teknik analisis yang sering digunakan dalam menganalisis laporan keuangan adalah analisis rasio. Analisis rasio adalah teknik analisis untuk mengetahui hubungan matematis dari pos-pos tertentu dalam setiap elemenlaporan keuangan. Hasil dari perhitungan rasio akan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, agar dapat diketahui perubahan yang terjadi, apakah mengalami kenaikan atau penurunan.

Analisis laporan keuangan menggunakan perhitungan rasio-rasio agar dapat mengevaluasi keadaan finansial perusahaan dimasa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Rasio dapat dihitung berdasarkan sumber datanya yang terdiri dari rasio-rasio neraca yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, rasio-rasio laporan laba-rugi yang disusun dari data yang berasal dari perhitungan laba-rugi, dan rasio-rasio antar laporan yang disusun  berasal dari data neraca dan laporan laba-rugi. Laporan keuangan perlu disusun untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan tersebut meningkat atau bahkan menurun dan didalam menganalisis laporan keuangan diperlukan alat analisis keuangan, salah satunya adalah dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio keuangan tersebut meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas

(leverage), rasio aktivitas, rasio profitabilitas, dan rasio pertumbuhan.

Diharapkan dengan analisis ini dapat diketahui gambaran keadaan keuangan perusahaan, sehingga interpretasi pengguna laporan terhadap laporan keuangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan,terutama bagi direktur dalam rangka menetapkan kebijakan, menyusun rencana yang lebih baik, serta menentukan kebijaksanaan yang lebih tepat agar prestasi manajemen semakin baik pada tahun-tahun berikutnya. Mengingat pentingnya analisis terhadap laporan keuangan sebagai alat bantu serta sumber informasi dalam menilai kondisi keuangan serta prestasi (keberhasilan) suatu perusahaan bagi pihak-pihak yang berkepentingan seperti yang telah diuraikan di atas, maka peneliti sangat tertarik untuk mendalami dan membahas topik tentang “ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk”.

  • RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka perumusan masalah yang ingin dikemukakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut adalah sebagai berikut :

  • Apakah Kinerja perusahaan pada PT. GUDANG GARAM Tbk, mengalami peningkatan pada periode 2007-2008 ditinjau dari laporan keuangan dengan menggunakan analisis Current Ratio, Retrun on Assets dan Debt to Equity Ratio?
  • TUJUAN PENULISAN

 

Dari rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka tujuan penelitian yang ingin dikemukakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut adalah :

  • Untuk mengetahui kinerja perusahaan pada PTGUDANG GARAM Tbk dilihat dari Current Ratio, Retrun on Assets dan Debt to Equity Ratio.

 

 

 

  • MANFAAT PENULISAN

 

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini bukan hanya secara teoritis tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat secara praktis, diantaranya yaitu :

  1. Bagi Perusahaan

Untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan sehingga memberikan gambaran dan pertimbangan bagi PT. Indomobil Sukses Internasional untuk mengambil keputusan di masa yang akan datang dan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam penilaian Kinerja Keuangan instansi dan membantu dalam pengambilan keputusan untuk masalah keuangan yang dihadapi.

  1. Bagi Pembaca

Untuk dapat dijadikan sebagai referensi dalam menghadapi masalah yang sama dan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan.

  1. Bagi Penulis

Untuk sarana menambah ilmu pengetahuan dan penerapan teori yang diperoleh dengan praktek yang sesungguhnya

BAB II

PEMBAHASAN

  1.       LAPORAN KEUANGAN
  2. Pengertian Laporan Keuangan
  • Laporan keuangan merupakan data akuntansi yang dapat memberikan informasi yang relevan bagi investor, kreditur atau pihak lain dengan mengambil keputusan ekonomi.
  • Laporan keuangan adalah sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan bagi pemakai laporan keuangan. Laporan ini memuat laporan keuangan dasar dan juga analisis manajemen atas operasi tahun lalu dan pendapat mengenai prospek-prospek perusahaan di masa yang akan datang.
  1. BAGIAN-BAGIAN LAPORAN KEUANGAN

Bagian-bagian dari laporan keuangan meliputi :

  1. Neraca (Balance Sheet), menyajikan aktiva pada sisi sebelah kiri,yang merupakan alokasi dari dana,kewajiban dan ekuitas pada sebelah kanan yang merupakan sumber dana perusahaan.
  2. Laporan Laba Rugi (Income Statement), Laporan yang mengikhtisarkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan selama satu periode akuntansi,biasanya setiap satu kuartal atau satu tahun.
  3. Laporan Laba Ditahan (Statement of Shareholders Equity),menyajikan perubahan-perubahan pada pos-pos ekuitas untuk mengidentifikasi alasa perubahan klaim pemegang ekuitas atas aktivanya.
  4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow),Tujuan dari pembuatan laporan arus kas ini adalah:
  5. Memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu.
  6. Memberikan informasi mengenai efek kas dari tiga kategori aktivitas yaitu aktivitas investasi,aktivitas pendanaan,aktivitas operasi.
  1. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

APB Statement No.4 berjudul Basic Concepts and Accounting Principles Underlying Financial Statements Business Enterprises. Laporan ini bersifat deskriptif, dan laporan ini banyak mempengaruhi studi-studi berikutnya tentang tujuan laporan keuangan. Dalam laporan ini, tujuan laporan keuangan di golongkan sebagai berikut :

  1. Tujuan Khusus

Tujuan khusus laporan keuangan adalah untuk menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar sesuai dengan GAAP

  1. Tujuan Umum
  • Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban perusahaan
  • Kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba
  • Menaksir informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba
  • Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan harta dan kewajiban
  • Mengungkapkan informasi relevan lainnyayang dibutuhkan para pemakai laporan.
  1. Tujuan Kualitatif
  • Relevance: memilih informasi yang benar-benar sesuai dan dapat membantu pemakai laporan dalam pengambilan keputusan.
  • Understanability: informasi yang dipilih untuk disajkan bukan saja penting tetapi juga harus informasi yang di mengerti pemakai
  • Verifiability: hasil akuntansi harus dapat di periksa oleh pihak lain yang akan menghasilkan pendapat yang sama.
  • Neutrality: laporan akuntansi harus bersikap netral terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.
  • Timelines: laporan akuntansi hanya bermanfaat untuk pengambilaan keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat.
  • Comparability: informasi akuntansi harus dapat saling di bandingkan,artinya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
  • Completeness: informasi akuntansi yang dilaporkan harus harus mencakup semua kebutuhan yang layak dari para pemakai
  1. PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN TUJUAN PENGGUNAANNYA
  1. Investor :penanam modal dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
  2. Karyawan : karyawan dan kelompok yang mewakili merekatertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, juga tertarik dengan informasi untuk~ menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, imbalan pasca kerja dan kesempatan kerja.
  3. Pemberi pinjaman :pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjamari serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya :pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang kewajibannya akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usah berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utam rnereka bergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
  5. Stakeholders (para pemegang saham) : para pemegang saham berkepentingan dengan informasi mengenai kemajuan perusahaan, pembagian keuntungan yang diperoleh dan penambahan modal untuk business plan 
  6. Pelanggan :para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau bergantung pada perusahaan.
  7. Pemerintah : pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumberdaya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahan, menetapkan kebijakan pajak, dan sebagai dasar menyusun statistik pendapatan nasional dan statisti lainnya
  8. Masyarakat :perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat daiam berbagai cara. Misalnya: perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan dan rangkaian aktivitasnya.
  1.       JENIS LAPORAN KEUANGAN

Dua jenis laporan keuangan utama yang umumnya dibuat oleh setiap perusahaan adalah neraca dan laporan laba rugi.

Neraca adalah laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu. Neraca juga berarti suatu laporan yang sistematis tentang Aktiva (assets), Utang (liabilities), dan Modal Sendiri (owner’s equity).

Laporan laba rugi melaporkan seluruh hasil dan biaya untuk mendapatkan hasil, dan laba (rugi) perusahaan selama suatu periode tertentu.

Pada akhir periode, perusahaan akan membuat laporan keuangan. Akhir periode bisa tiap akhir bulan atau tiap akhir taun, laporan keuangan untuk disampaikan kepada pihak luar perusahaan umumnya dibuat tiap akhir taun.

Berikut laporan keuangan PT GUDANG GARAM Tbk

Periode 30 Juni 2008 dan 2007

laporan keuangan PT GUDANG GARAM Tbk

Cara Penghitungan Rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas

  1. Rasio Likuiditas

Menurut Sutrisno (2009:215), “Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajibannya yang segera dipenuhi.”Menurut Munawir (2007:31), “Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang segera harus dipenuhi, atau kemampuan  perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.” Perusahaan dikatakan likuid apabila memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban  jangka pendeknya dan jika tidak mampu disebut likuid. Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek yang segera harus dipenuhi.

LIKUIDITAS = AL / HL

Tahun 2008     = 17.955.845 / 9.437.259

= 190 %

Tahun 2007     = 15.027.032 / 7.697.918

= 195 %

  1. Rasio Solvabilitas

Menurut Sutrisno (2009:15), “Rasio Solvabilitas adalah rasio-rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya apabila perusahaan

dilikuidasi.”

Menurut Djarwanto (2004:162), “Rasio Solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan kapasitas dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka  panjangnya. Besarnya ukuran umum yang dipakai adalah 200% atau 2:1 yang berarti dua kali dari total hutang perusahaan dikatakan solvable bila rasionya kurang dari 200%.

SOLVABILITAS       = Total aktiva / Total kewajiban

Tahun  2008                = 24.904.022 / 10.359.076

= 240 %

Tahun 2007                 = 21.878.013 / 8.474.564

= 259 %

  1. Rasio Profitabilitas

Bagi perusahaan umumnya mempunyai tujuan paling utama adalah mendapatkan keuntungan yang optimal. Meskipun demikian masalah profitabilitas adalah lebih penting daripada masalah laba, karena laba yang besar saja belumlah merupakan ukuran bagi  perusahaan tersebut telah bekerja dengan efisien. Efisien baru dapat diketahui dengan membandingkan laba usaha perusahaan tersebut atau dengan kata lain adalah menghitung  profitabilitasnya.

Menurut Sutrisno (2009:222), “Profitabilitas adalah hasil dari kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen. Rasio keuntungan untuk mengukur seberapa besar tingkat keuntungan menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelola perusahaan.”

Menurut Husnan dan Pujiastuty (2002:73), “Rasio Profitabilitas yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan atau mungkin sekelompok aktiva perusahaan.”Menurut Munawir (2007:240), “menjelaskan pula bahwa Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan.”Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa profitabilitas suatu perusahaan merupakan pencerminan kemampuan modal perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena, profitabilitas merupakan pencerminan efisiensi suatu perusahaan di dalam menggunakan modal kerja, maka cara menggunakan tingkat profitabilitas untuk ukuran efisiensi suatu perusahaan merupakan cara yang baik.

 

PROFITABILITAS = Laba / Modal

Tahun 2008              = 891.358 / 14.530.132

= 6 %

Tahun 2007              = 710.565 / 13.386.776

= 5 %

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

  • Dari hasil laporan keuangan PT GUDANG GARAM Tbk periode tahun 2008 dan 2007, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil laporan keuangan PT GUDANG GARAM Tbk telah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia.
  • Solvabilitas PT GUDANG GARAM Tbk Tahun 2008 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, tetapi penurunannya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu dari 259 % menjadi 240 %. Hal ini dikarenakan jumlah aktiva lancar lebih besar daripada jumlah hutang lancar.
  • Rasio profitabilitas PT GUDANG GARAM Tbk mengalami kenaikkan dari tahun 2007 yang semula 5 % menjadi 6 %.

Daftar pustaka :