PROMOSI DAN PEMASARAN YANG BERETIKA

Gambar

TUGAS ARTIKEL

PROMOSI DAN PEMASARAN YANG BERETIKA

Pemasaran (marketing) sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.

Ada tiga kata kunci yang kuat dari konsep Kotler dan Amstrong mengenai pemasaran:

  1. Pemasar harus memahami dan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen (itu sebabnya dengarkan konsumen Anda);
  2. Menciptakan hubungan yang kuat dengan pelanggannya; dan
  3. Akhirnya mendapatkan imbalan dari pelanggan sebagai gantinya.

Dalam kenyataannya tidak pernah ada hubungan yang langgeng dari pelanggan terhadap pemasar kalau pembeli tidak untung. Ujungnya, ini kemungkinan besar merugikan pemasar juga.

Tiga pendekatan yang dikemukaan Velasques :

  1. Teori Kontrak    

Menurut teori kontrak, hubungan antara perusahaan dan konsumen merupakan hubungan kontraktual, jadi kedua belah pihak menuangkan hak dan kewajibannya pada kontrak penjualan bersama yang dilakukan secara suka rela dan kesadaran.

  • Kelemahan teori  Kontak

adalah pada asumsi bahwa posisi pembeli dan penjual setara atau sama dalam hal penguasaan informasi, dan kerentanan terhadap dampaknya. Dalam hal ini teori kontrak pun masih berlaku doktrin caveat emptor: biarkan pembeli melindungi dirinya sendiri.

  1. Teori Due Care

Teori due care mendasarkan diri pada asumsi pembeli dan konsumen adalah tidak sejajar, bahwa kepentingan-kepentingan konsumen sangat rentan mengingat perusahaan memiliki pengetahuan dan keahlian yang tidak dimiliki oleh konsumen.

  • Kelemahan Teori Due Care

Dalam kenyataannya adalah sulit menentukan batas apa yang disebut perhatian memadai (due care). Prinsip utilitarian yang menyatakan: ”semakin besar kemungkinan risikonya, semakin besar populasi yang mungkin dirugikan, maka semakin besar pula kewajiban perusahaan”, ternyata tidak selalu dapat diterapkan.

  1. Teori Social Cost

Menurut teori social cost, perusahaan wajib menanggung semua kerugian termasuk kerugian yang tidak bisa diperhitungkan sebelumnya yang diakibatkan oleh kerusakan produknya.

  • Kelemahan Teori Social Cost

Beberapa pengamat menyatakan bahwa harus ada keseimbangan antara tanggung jawab produsen dan konsumen karena kalau semua biaya ditanggung oleh produsen maka justru akan terjadi peningkatan kecerobohan oleh konsumen sendiri. Selain itu, karena social cost ditanggung oleh produsen, besar kemungkinan harga produk akan naik, sehingga tentu ini akan merugikan konsumen pula. Akan tetapi teori ini memberikan kesadaran bagi pengusaha untuk selalu mengadakan riset dan berusaha memperkecil dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

  • Norma dan etika bidang pemasaran

Etika pemasaran dalam konteks produk:

      Produk yang dibuat berguna dan dibutuhkan masyarakat.

      Produk yang dibuat berpotensi ekonomi atau benefit

      Produk yang dibuat bernilai tambah tinggi

      Produk yang dapat memuaskan masyarakat

Etika pemasaran dalam konteks harga:

      Harga diukur dengan kemampuan daya beli masyarakat.

      Perusahaan mencari margin laba yang layak.

      Harga dibebani cost produksi yang layak

Etika pemasaran dalam konteks tempat / distribusi:

      Barang dijamin keamanannya dan keutuhannya

      Konsumen mendapat pelayanan cepat dan tepat

Etika Pemasaran dalam konteks promosi :

      Sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar dan obyektif.

      Sabagai sarana untuk membangun image positif.

      Tidak ada unsur memanipulasi atau memberdaya konsumen.

      Selalu berpedoman pada prinsip2 kejujuran.

      Tidak mengecewakan konsumen.

Dalam pemasaran harus ada perlindungan terhadap konsumen

Etika E-Marketing

Selain etika-etika di atas, seorang e-marketing juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

–   Privasi: Informasi yang dikumpulkan dari pelanggan harus bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk tujuan yang sudah diungkapkan. Semua data, khususnya data rahasia pelanggan, harus dijaga terhadap akses yang tidak sah.

–   Ownership: Informasi yang diperoleh dari sumber-sumber internet harus dapat diotorisasi dan didokumentasikan. Kepemilikan informasi harus dijaga dan dihormati kepemilikannya. Pemasar harus menghormati integritas dan kepemilikan sistem komputer dan jaringan.

–    Accsess: Pemasar harus memperlakukan akses ke account, password dan informasi lainnya sebagai rahasia dan hanya memeriksa atau mengungkapkan isi ketika disahkan oleh pihak yang bertanggung jawab.

 Dalam teori Kepedulian

Asumsi bahwa konsumen dan produsen tidak dalam posisi yang sama karena berbagai fakor. Karena keahlian dan pengetahuannya ,produsen cenderung berada dalam posisi lebih menguntungkan dibandingkan dengan konsumen. Prinsip yang harus dianut bukan pembeli yang peduli ,tetapi penjual yang peduli.

Dengan pertimbangan :

  1. Kemasan yang menyesatkan dan tidak menggambarkan kualitas produk yang sesungguhnya.
  2. Konsumen sangat variatif ,tetapi kebanyakan tidak paham dengan apa yang terdapat didalam sebuah produk.
  3. Produsen wajib memperhatikan menyangkut informasi tentang desain, produk dan informasi.

Fungsi Promosi atau Periklanan

Promosi atau iklan sesungguhnya mempunyai fungsi memberikan informasi yang lengkap dan akurat kepada masyarakat tentang sesuatu yang dipromosikan.  Unsur promosi dalam bauran pemasaran, harus memiliki peran yang benar, yang dapat diukur dengan kritria sebagai berikut  :

  1. Sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar dan obyektif tentang kandungan atau komposisi barang yang dipromosikan;
  2. Sebagai fungsi menjelaskan fungsi manfaat positif barang bagi manusia;
  3. Sebagai sarana memberikan image yang benar terhadap perusahaan;
  4. Tidak ada unsur maksud memperdaya atau memanipulasi terhadap masyarakat konsumen;
  5. Selalu berpedoman pada prinsip-prinsip kejujuran;
  6. Bermaksud tidak mengecewakan konsumen dalam arti memberikan kepuasan yang terpercaya.

Unsur kejujuran sesuai dengan realita barang yang dipromosikan justru merupakan kunci dalam etika promosi.

        Maka sebagai konsumen kita tanggung jawab ataupun kewajiban sebagai berikut:

1.    membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;

2.    beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;

3.    membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;

4.    mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Sumber :

http://www.teguhsantoso.com/2012/03/etika-pemasaran-marketing-ethics.html#ixzz2ABrg6Csc

http://al-myfirstblog.blogspot.com/2010/05/etika-dalam-komunikasi-pemasaran.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s